Tuesday, April 21, 2015

Bela Negara Juga Merupakan Perang Otak Dan Pengetahuan

Bela negara bukan hanya mengangkat senjata, tapi juga perang otak, pengetahuan, dan perang selisih keunggulan di dalam globalisasi antar bangsa dan antar perekonomian nasional dimana-mana. Pasal 27 UUD 1945 menyebutkan bahwa kewajiban bela negara bagi setiap warga negara dapat diwujudkan bukan hanya dengan mengangkat senjata, tetapi bisa dengan pertahanan nilai –nilai dasar kemanusiaan dan kebudayaan yang dikembangkan dan dipertahankan melalui peran dari perempuan atau ibu-ibu di dalam keluarga.

Hal itu disampaikan Menhan Juwono Sudarsono, pada saat memberikan pengarahan kepada peserta Musyawarah Nasional VIII Keluarga Besar Wirawati Catur Panca. Wanita Pejuang ’45, Senin (14/11) di Hotel Sheraton Media, Jalan Gunung Sahari RAya No.3 Jakarta Pusat.

Menhan mengatakan perang tersebut sebenarnya juga termasuk peran dari perempuan. “Karena nilai-nilai dasar kita dikembangkan dan dipertahankan terutama oleh ibu-ibu, sebagai bagian dari pertahanan budaya, pertahanan nilai bangsa kita didalam bingkai kebangsaan Indonesia," katanya.

Saat ini, kata Juwono bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada perang ilmu pengetahuan dan perang selisih keunggulan di tengah-tengah arus globalisasi yang sangat kuat. “Dan ini ditunjukkan oleh putra-putri Indonesia yang berkecimpung dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuan sumber daya buatan menjadi hasil olah otak, yang merupakan bagian dari perang ilmu pengetahuan," katanya.

Menurut dia, sistem dari kebudayaan Indonesia patut dan layak dipertahankan sebagaimana halnya pertahanan non-militer yang tidak kalah penting dengan pengembangan kekuatan Angkatan Darat, Laut dan Udara dalam dunia sekarang ini.

Menhan berharap, suku, daerah, agama manapun dan kekerabatan yang kita miliki harus dikembangkan melalui nilai-nilai dasar tersebut, terutama diperankan oleh ibu-ibu, karena pertahanan dan pendidikan pertama dan terakhir adalah ada pada ibu-ibu. “Nilai moral, perilaku, kesantunan dalam bersikap dan bertindak serta bertutur kata dimulai dari keluarga, tuturnya.

Pada kesempatan tersebut Menhan didampingi Ketua II Pengurus Harian Pusat Wirawati Catur Panca Ny Moeljati dan Ketua III Pengurus Harian Pusat Ny Irna HN Hadi Soewito. Munas berlangsung tiga hari, dihadiri seluruh utusan daerah Keluarga Besar Wirawati Catur Panca di seluruh Indonesia.

Sumber: Web TNI

No comments:

Post a Comment